7 Hal yang Penting untuk Diketahui tentang Penggunaan eFaktur Pajak

  • Whatsapp
7-Hal-yang-Penting-untuk-Diketahui-tentang-Penggunaan-eFaktur-Pajak
Foto dari Canva

Saat ini semuanya sudah berjalan semakin canggih. Teknologi semakin lengkap mendukung aktivitas dan kebutuhan termasuk di bidang perpajakan. Salah satu bentuk teknologi yang dimanfaatkan di bidang pajak ini adalah penggunaan eFaktur pajak. Tentunya ada beragam keuntungan yang bisa dirasakan dengan penggunaan fitur satu ini.

Pemakaian eFaktur

eFaktur ini merupakan bentuk aplikasi pajak yang dipakai oleh wajib pajak untuk membuat faktur pajak elektronik. Wajib pajak yang berhak menggunakan e faktur adalah mereka yang berstatus sebagai PKP atau Pengusaha Kena Pajak. Agar lebih paham mengenai penggunaan eFaktur ini, berikut adalah 5 hal penting yang bisa dipelajari lebih lanjut oleh PKP:

1. Tanpa Perlu Print Out

Penggunaan eFaktur ini sepenuhnya akan dilakukan dalam bentuk elektronik atau digital. Jadi, dokumen eFaktur nantinya tidak akan perlu dicetak. Tidak ada kewajiban bagi PKP untuk mengumpulkan dokumen eFaktur ini dalam bentuk fisik atau kertas. Meskipun begitu, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan versi cetak dari eFaktur maka bisa dilakukan pencetakan sesuai kebutuhan.

2. Satu Kesatuan dengan SPT

Ternyata penggunaan eFaktur ini merupakan satu kesatuan dengan pembuatan SPT masa PPN. Keduanya sama-sama bisa diakses melalui aplikasi eFaktur. Jadi dalam proses pembuatan eFaktur ini nantinya PKP juga perlu menyusun SPT karena merupakan satu kesatuan. Wajib pajak bisa menggunakan data input faktur pajak serta dokumen lain untuk melengkapi laporan SPT.

3. Menggunakan Tanda Tangan Elektronik

Disebabkan oleh bentuk file ini bukanlah dokumen fisik melainkan elektronik maka tanda tangan yang dibubuhkan juga merupakan tanda tangan elektronik. Ini merupakan jenis tanda tangan yang memuat informasi elektronik dan bisa dipakai sebagai alat verifikasi. Dengan begitu maka pejabat atau pegawai yang ditunjuk oleh PKP juga tidak perlu memberikan tanda tangan fisik.

Perlu diketahui juga bahwa tanda tangan elektronik memiliki bentuk QR Code. Jenis tanda tangan elektronik ini menunjukkan kecanggihan teknologi dan dinilai lebih praktis. Namun apabila memang dibutuhkan tanda tangan basah atau fisik maka bisa dilakukan saja karena pihak DJP tetap memperbolehkan.

4. Butuh Approval DJP

Tentu saja eFaktur pajak ini membutuhkan approval dari pihak DJP. Sebenarnya hal ini memang sesuai dengan prinsip pajak, semua dokumen faktur akan membutuhkan approval DJP terlebih dahulu. Pihak DJP nantinya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh secara real time untuk mengecek data NPWP, status PKP, juga nomor seri faktur pajak.

5. Bisa Dilakukan Validasi oleh Pihak Pembeli

Dalam penggunaan eFaktur ini, pihak pembeli sebagai lawan transaksi bisa melakukan validasi terhadap eFaktur. Kebenaran data dalam eFaktur bisa dibuktikan setelah proses upload selesai dilakukan. Jika data eFaktur sudah dimasukkan lengkap lewat menu faktur pajak masukan, berikutnya pembeli bisa melakukan validasi.

Cara validasi eFaktur oleh pembeli adalah dengan melakukan pemindaian QR code. Pada cetakan eFaktur terdapat QR code yang dapat dipindai memakai QR code scanner. Dengan begitu dapat dibuktikan apakah pembuatan eFaktur tersebut memang sudah tepat atau belum.

6. Bisa Mempercepat Pemeriksaan dan Pelaporan

Penggunaan eFaktur ini ternyata diketahui bisa mempercepat proses pemeriksaan dan pelaporan. Memang pemanfaatan teknologi dan dokumen elektronik terbilang efektif dan mempermudah saat ini. DJP pun akan mendapatkan kemudahan dari pemakaian eFaktur karena proses pemeriksaan dan pelaporan bisa berjalan lebih efektif.

Lewat eFaktur, DJP bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap NPWP, status PKP, dan nomor seri faktur pajak dengan cepat. Setelah itu proses pelaporan juga bisa jadi lebih mudah. Hal ini disebabkan oleh aplikasi pembuatan eFaktur dan SPT masa PPN bergabung menjadi satu.

7. Dapat Mempermudah Pemberian Nomor Seri

Setiap faktur pajak akan membutuhkan nomor seri. Jika digunakan aplikasi eFaktur, maka pemberian nomor seri akan jadi lebih mudah untuk dilakukan. Jumlah akumulasi faktur pajak yang diterbitkan akan tercatat secara otomatis dan hasilnya juga akurat. Mekanisme penomoran eFaktur yang praktis ini juga akan menentukan jumlah maksimal PKP yang bisa meminta nomor seri faktur pajak bulan berikutnya.

Itulah hal-hal penting yang perlu dipahami mengenai penggunaan eFaktur pajak. Tentunya dokumen ini perlu dipahami dengan baik oleh para wajib pajak khususnya PKP. Aplikasi pembuatan eFaktur juga sudah semakin mudah ditemukan dan akan mempermudah para wajib pajak.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *