Zaman modern pembaruan, pembangunan, ekonomi global hingga metode jasa yang baru hadir jadi pemanis zaman. Kini Anda tak hanya dapat temukan ojek online saja, bahkan dokter online pun dapat Anda temukan. Tapi apakah kita siap menghadapi perubahan soal jasa dokter ini? Banyak suara argumentatif yang melekat di telinga masyarakat berdasarkan ini semua.

Beresiko Tinggi Bagi Sebagian Orang

Jasa baru ini terkesan sangat beresiko bagi sebagian orang. Mulai dari penipuan hingga praktik asal-asalan yang mungkin dialami. Terlepas dari itu memang perubahan ini begitu terasa memudahkan, hanya saja kesiapan masyarakat dan properti yang disediakan belum mencukupi. Pengaturan waktu untuk bikin janji juga menjadi polemik tersendiri.

Kita semua cukup sadar bahwa kita agak aware soal kesehatan. Terkadang bagian ini tak punya jendela yang cukup terang untuk punya kesempatan baru dalam inovasi. Metode tradisional jauh lebih mudah dipercaya dalam hal jasa dokter. Ada 2 sebab yang mungkin mendasarinya yakni kesiapan dari masyarakat menerima inovasi dan juga proses perubahan yang tengah berlangsung.

Ketakutan Akan Malpraktik Meski Kecil Peluangnya

Kita semua tentu takut, khawatir dan menghindar dari ancaman yang terkesan subjektif ini. Kata malpraktik ini sudah punya arti dapat terjadi ke siapa saja dan oleh siapa saja. Kita selalu takut dokter yang kita datangi pada aplikasi merupakan dokter abal-abal ataupun banyak orang yang ingin mencari keuntungan saja.

Semua itu bisa dibilang salah besar, sebuah aplikasi kesehatan juga tidak main-main dalam mempersiapkan segala kondimennya. Mari kita sedikit menoleh proses verifikasi jika Anda ingin mendaftar sebagai seorang dokter di aplikasi tersebut. Kita akan sadar bahwa ini sudah dipersiapkan sangat ketat juga diawasi oleh pihak-pihak terkait.

Keraguan yang Tak Beralasan

Masyarakat tetap menyimpan keraguan juga pikiran miring atas munculnya inovasi ini. Beberapa argumen tersebut tentu banyak kita dengar, sebagai gambaran besar mungkin kata-kata seperti ini yang akan biasa kita temui:

1. “Kalau ke Dokter Mending Langsung”

Kalimat yang cukup menyakitkan bagi para dokter yang menjajakan jasanya secara online, mereka dianggap bahwa apa yang mereka sampaikan bukanlah bagian yang layak disebut sebagai jasa kesehatan. Bahkan mereka cenderung tidak dihitung sebagai dokter yang kredibel.

2. Ribet dan Buang-buang Waktu

Mungkin kita akan dengar juga bahwa menggunakan jasa seperti ini kita akan terkesan membuang-buang waktu. Mulai dari proses janji hingga pembayaran yang harus kita lakukan sebelumnya.

3. Dokter Dinilai Tak Resmi

Dokter yang ada pada aplikasi online disebut tidak resmi, terkadang juga mereka dinilai bahwa tak punya tempat praktek berarti mereka belum menjadi dokter sepenuhnya. Sangat argumentatif subjektif juga agak sedikit kasar bagi para dokter ini.

4. Dokter Model Ini Harganya Pasti Mahal

Sebelum kita melakukan janji biasanya kita akan diberitahu berapa harga yang harus dibayar untuk bertemu dengan dokter tersebut. Tapi pasti orang yang bicara bahwa dokter yang praktek secara online itu mahal, adalah orang yang tidak pernah punya kesempatan untuk mencoba dokter online.

5. Dibawa Oleh Perusahaan Baru

Jika menjadi dokter dengan jasa aplikasi, pasti kita harus mengikuti sebuah perusahaan biasanya perusahaan itu belum punya nama yang cukup besar untuk membangun kredibilitasnya. Hal itulah yang membuat masyarakat terkadang hanya melihat sebelah mata soal apa yang sedang terjadi.

Memilih dokter secara online ataupun tidak, merupakan hak dan pilihan masing-masing. Tentu lebih baik kita menghindarkan argumen yang tidak jelas dasarnya itu dari pikiran kita mengenai dokter online.