Menyerah pada keadaan tentu saja bukan solusi yang tepat. Saat dihadapkan pada kesulitan, kita harus mampu mengatasinya dengan hati dan pikiran yang jernih. Dengan demikian, masalah apa pun yang sedang kita hadapi bisa diselesaikan secara baik-baik. Dengan terus berusaha memperbaiki keadaan, hidup akan menjadi lebih tenang tanpa rasa khawatir yang berlebihan.

Untuk mengatasi kesulitan ekonomi yang tengah dihadapi, Abah Yahya berupaya untuk menjual roti keliling. Ini tentu saja sangat melelahkan, namun ia tidak ingin menyerah pada keadaan. Banyak yang iba pada kondisi Abah Yahya, namun ia tidak ingin dicap sebagai orang yang lemah. Selama masih ada semangat di dalam dirinya, ia masih tetap harus berjuang untuk menafkahi keluarganya.

Sosok Abah Yahya

Ia dipanggil Abah Yahya karena usianya yang sudah tidak muda lagi. Saat ini, usianya sudah menginjak 70 tahun. Untuk menyambung hidup, Abah Yahya memilih untuk berjualan roti keliling menggunakan alat tanggungan yang terbuat dari plastik yang diikat dengan tali. Jika dagangannya habis, Abah Yahya bisa mendapatkan hasil sebesar 50 ribu. Ia biasa berjualan di sekitar Wilayah Gunung Sodong, Bogor.

Bersama istrinya, Abah Yahya tinggal di sebuah rumah mungil di Desa Leuwi Batu, Parung Singa, Kahrekel (Gunung Sodong) Bogor, Jawa Barat. Kondisinya terbilang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, rumah Abah Yahya tidak dipasangi listrik karena tidak mampu membayar tagihannya setiap bulan. Selain itu, ia dan istrinya tidur yang beralaskan kasur yang sudah tidak layak pakai. Meskipun demikian, ia tetap bersyukur karena masih bisa beristirahat tanpa harus terganggu dengan cuaca yang buruk.

Abah Yahya berkeliling jualan roti dengan tas selempang merahnya yang selalu ia bawa. Tas ini biasa digunakan untuk menyimpan uang hasil dagangan atau minuman untuk melepaskan dahaga saat haus. Saat tubuhnya sudah merasa lelah, sesekali ia berhenti di pinggir jalan sambil mengelap keringatnya. Bahkan, ia selalu berhenti sejenak untuk mencari pembeli, siapa tahu ada yang tertarik dengan dagangannya tersebut.

Kebaikan untuk Aki Yahya

Ditengah kesulitan ekonomi yang menimpanya, Abah Yahya tidak ingin menjadi seseorang yang meminta-minta. Ia memutuskan untuk menjadi seorang penjual roti, meskipun penghasilan seadanya yang penting halal dan berkah. Dengan demikian, kisah hidup Aki Yahya bisa menjadi contoh untuk kita semua untuk senantiasa bekerja keras, sabar, dan berbuat baik. Ia rela bekerja siang dan malam agar istrinya tetap bisa memakan sesuap nasi.

Untuk #AwaliDenganKebaikan seperti Aki Yahya, kita bisa memulainya dengan menggunakan produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus. Layanan asuransi ini bisa memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan yang maksimal, ringan, adil, dan fleksibel. Dengan demikian ada berbagai kebaikan yang bisa kita berikan untuk orang-orang terkasih di sekitar kita. Mereka bisa mendapatkan jaminan kesehatan di masa depan berupa biaya pengobatan, penyakit kritis, rawat inap rumah sakit, dan lain-lain.

Asuransi Syariah Indonesia Allianz juga menawarkan fitur wakaf yang bisa membantu kita untuk senantiasa berbagi kebaikan dengan sesama. Ada dana musibah yang bisa kita berikan untuk disalurkan kepada peserta asuransi lain yang lebih membutuhkan. Dengan adanya manfaat ini, banyak orang yang akan mendapatkan kejutan kebaikan.

Semangat dan kebaikan yang ditebarkan Aki Yahya sangat menginspirasi kita semua, khususnya anak muda. Untuk itu, mulailah lakukan kebaikan kapan pun, dimana pun, dan kepada siapa pun. Dengan demikian, sosok seperti Engkong Suem bisa mendapatkan manfaat kebaikan berlimpah dari Allianz berupa paket umroh gratis. Yuk, mulai berbuat baik!