Pilih rumah yang pas bukan satu masalah gampang. Jadi konsumen, Anda dituntut untuk cermat dalam pilih baik dari sisi penting seperti tempat. Serta, ada alasan yang tidak kalah penting yang lain, yaitu rekam jejak pengembang. Unsur yang satu ini tidak dapat diacuhkan, mengingat rumah bisa menjadi satu tempat yang akan ditempati dalam periode waktu lama.

Seperti diambil dari buku Jangan Salah Pilih KPR, berikut panduan pilih pengembang yang akan Anda beli tempat tinggalnya:

1. Mencari info pengembang

Sekarang cari info tidak sesusah dahulu. Tidak butuh menanyakan ke sana-kemari cukup searching di internet, searching di Google. Tulis nama perumahan/pengembang di wilayah/kota yang tempat tinggalnya Anda meminati. Jaman saat ini bila usaha/profile satu orang terkenal oleh warga tentu dapat dicari atau ada sisanya di dunia maya ataukah tidak. Umumnya ada banyak komentar berkaitan pengembang dalam web hingga info kita pada pengembang itu makin bertambah.

2. Mencari pengembang yang sudah memiliki pengalaman

Mencari minimum yang sudah membuat 2-3 kali project perumahan serta awalnya sukses baik. Sukses di sini bisa disaksikan dari penuhnya tempat tinggal serta infrastruktur yang sesuai dengan detail. Bila sesuai dengan detail serta huniannya penuh bermakna penerimaan customer bagus serta diinginkan rumah yang akan dibeli kelak cepat ramai/banyak penghuni. Bila sepi konsumen, tidak hanya kita tidak jisa memperoleh banyak rekan untuk memperoleh kenyamanan/perasaan aman untuk tinggal, ongkos keamanannya akan besar dan hasil investasinya lamban.

3. Bila pengembang belum teruji popularitasnya

Contohnya sebab adalah pengembang baru, lebih baik Anda beli bangunannya yang telah jadi saja (ready stok) dan telah pastikan izin-izin keputusannya tercukupi serta sertifikat tanah/bangunan telah dikerjakan pemecahan per kapling hingga kita tidak ribet di masa datang. Bagaimana juga bila beberapa hal itu telah tercukupi paling tidak dengan hukum/ilegal tidak ada permasalahan. Kemudian yakinkan banyak yang menempati di tempat itu atau belum. Bila ramai mungkin sebelum beli mereka telah lihat mutunya sebelum dibuat hingga putuskan beli.

4. Anggota organisasi yang mumpuni

Usahakan pengembang adalah anggota organisasi yang disadari oleh pemerintah contohnya REI/Apersi, supaya Anda dapat mencati info di organisasi itu apa pengembangnya tercatat ataukah tidak serta bagaimana rekam jejaknya (trek record). Tentunya jadi anggotanya ada hak serta keharusan selalu untuk jaga nama baik organisasi. Bila kualitas bangunannya kelak buruk Anda dapat protes melalui induk organisasinya hingga dapat cepat memperoleh respon/tindak lanjut.

Terkadang, ada pula pengembang yang cukup besar tetapi tidak masuk dalam satu organisasi pengembang dengan beberapa fakta. Nah, untuk ini Anda harus cari info ke beberapa sumber terhitung searching di Google tertera di atas serta melihat hasil pembangunan perumahannya di lain tempat.

5. Untuk pengembang kecil-kecil/perseorangan

Lalu, bagaimana untuk pengembang kecil-kecil/perseorangan, terkadang cuma jual 1-4 rumah? Ya, bila tempatnya strategis mengapa tidak? Mungkin Anda tidak membelinya lewat KPR berbentuk indent. Segelah bangunan jadi baru kita beli lewat KPR. Sebab tidak hanya repot ngurusnya, untuk perseorangan ini tidak ada garansi bangunan jadi sesuai dengan agenda ditambah lagi tidak ada kesepakatan kerja sama juga dengan faksi bank. Yakinkan IMB telah diurus serta sertifikat tidak memiliki masalah. Nah, ini umumnya dibantu oleh faksi bank lewat notaris relasi bank. Notaris relasi bank nanti membikinkan akta jual beli (AJB) di antara penjual rumah serta kita jadi konsumen lalu lakukan pemecahan sertifikat induk (bila sertifikat belum dipecah per semasing kapling).

Tetapi bila Anda ketahui persis rekam jejak pengembang kecil-kecil itu sebenarnya lebih memberikan keuntungan Anda jadi calon konsumen dengan dana pas-pasan. Sertifikatnya umumnya telah berbentuk SHM. Anda beli kaplingnua dahulu serta dibalik atas nama kita, tentu biaya-biaya pajak dan sebagainya semakin lebih murah, lalu pembangunannya mengejar. Tetapi ini 100 % harus sama-sama yakin sebab beresiko bila salah satunya faksi nakal contohnya konsumen telah keluar uang tapi nyatanya tempat tinggalnya tidak jadi, atau tempat tinggalnya telah jadi tapi pembelinya tidak dapat melunasinya.

Oleh karena itu, saat akad jual beli masih kapling itu, bikinlah persetujuan dengan penjual/pengembang jika SHM disimpan di notaris serta tidak dapat diambil sampai semua kewajibannya lunas (kurang ongkos pembangunannya saja sebab kaplingnya sudah dibayar saat balik nama). Seterusnya pembayaran selanjutnya dicicil berdasar perkembangan pembangunannya.

Nah, kalau sampai rumah itu jadi tetapi kita belum dapat melunasinya, Anda dapat ajukan KPR Re-financing dalam jumlahnya optimal atau sebesar pelunasan pada penjual/pengembang sebab telah atas nama Anda waktu kapling dibeli, serta sertifikat dalam tempat notaris berubah ke bank pemberi KPR jadi jaminan sampai KPR-nya lunas.