Kebutuhan nutrisi sangat penting bagi daya tahan tubuh Anda. Berbagai suplemen mulai dari suplemen vitamin hingga suplemen makanan diproduksi untuk kebutuhan tubuh manusia. Hal ini dipengaruhi pula oleh perkembangan teknologi terutama dalam dunia pangan. Seperti halnya vitamin, prebiotik diperlukan tubuh untuk menjaga stamina dan imun tubuh.

Berbeda dengan vitamin, istilah prebiotik rasanya masih asing dalam kehidupan masyarakat. Padahal prebiotik sendiri dijumpai pada makanan yang biasa dimakan setiap hari. Untuk memberikan penjelasan yang mudah dipahami, mengartikan prebiotik harus lengkap dengan penjelasan terkait probiotik. Keduanya berhubungan sangat erat.

Mari Kita Simak Penjelasannya

Probiotik adalah bakteri pencernaan yang berada dalam usus manusia dan mempunyai peran baik dalam pencernaan. Bahkan probiotik sudah ada saat bayi dilahirkan. Sama seperti makhluk hidup lainnya, bakteri juga memerlukan asupan makanan.

Makanan yang dibutuhkan oleh probiotik (atau si bakteri baik tersebut) untuk berkembang biak dan bertahan hidup disebut prebiotik. Begitulah keduanya saling berhubungan. Lantas makanan apa yang mengandung prebiotik, simak ulasan di bawah ini untuk Anda:

1. Makanan mengandung prebiotik

Pada dasarnya tubuh manusia sulit untuk menyerap kandungan makanan berserat. Oleh karena itu, probiotik akan memfermentasikan makanan berserat yang Anda makan. Sehingga prebiotik yang dibutuhkan adalah makanan yang banyak mengandung serat. Buah dan sayur adalah contoh secara garis besar terkait sumber makanan yang mengandung prebiotik.

Kacang-kacangan, oats, pisang, daun bawang, bawang putih, bawang merah dan asparagus adalah makanan alami yang mengandung prebiotik. Sedangkan pada makanan cepat saji dapat ditemukan di yogurt, roti, selai roti dan sereal.

2. Porsi konsumsi

Dalam sehari, setidaknya Anda harus mengonsumsi makanan-makanan tersebut dalam 5-8 porsi. Tentu hal ini sulit dilakukan. Maka para teknisi dan ahli di bidang pangan membuat alternatif melalui suplemen. Suplemen adalah zat aditif yang mengandung satu atau lebih bahan nutrisi (vitamin, mineral, dsb). Biasanya suplemen dibuat dalam bentuk pil kapsul.

Tentu suplemen memberikan kemudahan bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Jika tidak bisa memenuhi porsi konsumsi, Anda dapat pergi ke supermarket atau apotek terdekat untuk membeli kebutuhan suplemen. Suplemen juga bagus dikonsumsi selama musim pancaroba. Ada beragam jenis suplemen, jika Anda ingin mengonsumsi berbagai jenis bersamaan akan lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

3. Kekurangan prebiotik

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, probiotik memerlukan makanan untuk berkembang biak dan bertahan hidup. Sehingga kekurangan makanan akan berpengaruh pada jumlah bakteri probiotik. Hal tersebut dapat menyebabkan beberapa gangguan dan penyakit.

Gangguan pada pencernaan merupakan salah satu yang paling sering terjadi jika kekurangan probiotik. Tentu hal ini sangat berpengaruh pada aktivitas keseharian Anda. Seperti gangguan diare, peradangan usus dan juga iritasi usus. Terlebih pada bayi, hal ini dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit pada bayi. Tentu sulit mengatasi sembelit pada bayi terlebih bayi biasanya hanya mengonsumsi ASI sebagai makanan utama.

Keseimbangan jumlah bakteri baik dan bakteri jahat dalam tubuh harus diperhatikan. Anda perlu tahu bahwa keduanya berperan penting bagi tubuh Anda. Jika Anda merasa sering mengalami gangguan pencernaan cobalah untuk mengonsumsi makanan yang mengandung prebiotik. Selain itu pastikan Anda berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Terlebih selama pandemi ini Anda harus tetap beraktivitas dan harus ekstra menjaga kesehatan tubuh supaya terhindar dari virus.

Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya.