Rem tangan atau parkir berperan menolong kendaraan untuk berhenti dengan aman saat terparkir. Aktifnya rem sisi belakang pada kendaraan memang efisien menahan kendaraan bergerak saat berhenti.

Tetapi, tidak banyak pemilik kendaraan yang mengetahui jika rem tangan yang diaktifkan kelamaan beresiko memunculkan permasalahan mengerikan, yaitu lepasnya kampas rem dari pelat atau besi penyangganya.

Permasalahan kampas rem terlepas umumnya benar-benar rawan menyerang ban belakang yang memakai type tromol. Hal tersebut karena rem belakang sejenis tromol mempunyai bagian kontak yang lebih panjang dibanding dengan rem cakram.

Lalu, mengapa kampas rem dapat terlepas dari besi penyangganya?

Saat rem tangan aktif, kampas rem selalu melekat dengan tromol atau piringan cakram. Bila dibiarkan kelamaan, kampas rem beresiko lengket melekat pada tromol atau piringan cakram.

Bila diminta meluncur, kampas rem beresiko terlepas serta akan beresiko bila kendaraan tengah dikendarai. Efek akan makin tinggi bila pengendara aktifkan rem tangan dalam tempo lama dengan keadaan masih basah.

Jadi sebaiknya, ban mobil cukup diganjal saja dengan balok atau tire stopper bila memang kendaraan akan ditinggal lama. Memang perlu waktu yang lama untuk kampas rem jadi lengket dengan tromol, tetapi semakin lebih baik menahan dibanding rusak serta pada akhirnya keluar ongkos untuk ke bengkel.