Sejak lama Kadin memahami bahwa kendala utama usaha startup maupun UMKM adalah masalah permodalan. Oleh karena itu, solusi untuk membantu permodalan ini selalu diupayakan bersama dengan berbagai pihak.

Sebagai sebuah bisnis rintisan, startup memang memiliki tantangan tersendiri di bidang permodalan. Tidak seperti UMKM yang dapat dilihat nyata aktivitasnya, startup dapat dianalisis dari data-data yang dikumpulkan. Oleh karena itu, butuh cara-cara kreatif guna mendapatkan modal untuk startup.

Paling tidak, ada 5 jalur permodalan yang bisa kamu usahakan untuk startup kamu.

1. Patungan Bersama Teman dan Keluarga

Menjalankan bisnis rintisan akan memiliki banyak tantangan. Bukan hanya masalah permodalan, tapi juga strategis dan operasional. Itulah kenapa lebih menyenangkan membangun startup bersama teman.

Dalam hal permodalan, kamu bisa membaginya dalam bentuk penyertaan saham. Nilai saham juga dapat ditentukan oleh pembagian kerja yang dapat saling melengkapi. Misalnya, ada yang bagian programming dan pemasaran.

Proposal yang sama dapat kamu tawarkan ke keluarga. Jika kamu merasa yakin, dan keluarga kamu memiliki modal cukup, mereka pasti akan bersedia membantu.

Namun, selalu ingat untuk berhati-hati membahas masalah uang dalam keluarga. Jangan sampai hubungan kekeluargaan kamu jadi rusak karena ini.

2. Kompetisi Startup dan Inkubator

Geliat masyarakat untuk menyambut era industri 4.0 sangat penuh dengan antusiasme. Pemerintah dan dunia industri pun banyak memberikan kesempatan bagi bisnis rintisan baru untuk berkembang.

Salah satu cara kreatif mendapatkan modal untuk startup adalah dengan mengikuti kompetisi yang sering diselenggarakan pemerintah atau perusahaan besar. Untuk itu, kamu harus memastikan bahwa konsep bisnis rintisan unik, menarik, berdampak, memiliki prospek cerah dan layak investasi.

Kompetisi tersebut biasanya menyediakan hadiah dalam bentuk permodalan dan bimbingan. Selain mendapatkan modal, startup kamu juga mendapatkan nama atau popularitas, serta bimbingan.

Hal yang sama juga bisa kamu dapatkan melalui incubator atau accelerator startup. Incubator dari Telkom dan Kompas Group termasuk yang powerful untuk diikuti.

3. Angel Investor

Angel investor merupakan idaman dari setiap bisnis rintisan. Ini karena mereka kerap memberikan modal yang cukup besar dari satu angel investor saja.

Walau begitu, butuh upaya yang besar untuk dapat menggaet angel investor bagi bisnis rintisan. Paling tidak, startup kamu harus sudah terbukti mampu bersaing, berdampak, dan memiliki proyeksi baik di masa depan.

Untuk itu, kamu perlu mempersiapkan konsep bisnis rintisanmu dengan baik. Data-data yang diperlukan pun harus dapat teradministrasikan dengan baik. Ini akan memudahkan investor menilai prospek bisnis kamu ke depannya.

4. Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan merupakan cara cepat untuk mendapatkan modal bagi bisnis rintisanmu. Selama ada jaminan dan laporan keuangan yang rapi, hampir pasti pinjaman akan cair.

Namun, kamu perlu menghitung dengan cermat dan menganalisa kemampuan pembayaranmu. Karena lembaga keuangan seperti bank, koperasi, atau perusahaan investasi tersebut biasanya menerapkan sistem bunga, bukan penyertaan saham.

5. Crowdfunding

Tidak semua modal harus didapat dari lembaga keuangan. Jika startup kamu cukup populer dan mendapatkan respon baik dari pengguna, kamu dapat mengadakan crowdfunding.

Pendanaan beramai-ramai ini termasuk cara kreatif mendapatkan modal start-up. Selain modal yang dapat terkumpul cukup besar, ia juga meningkatkan brand dan engagement bisnis rintisanmu.

Namun, tentu harus diingat bahwa syarat agar crowdfunding kamu berhasil, kamu perlu memiliki interaksi yang baik dengan user/pelangganmu.

Jangan Pernah Berhenti Berkreasi

Masalah permodalan memang penting, tapi lebih penting lagi untuk tidak berhenti berkreasi. Selalu cari cara kreatif untuk mendapatkan modal startup yang kamu jalankan. Dukungan dapat datang dari berbagai pihak, termasuk Kadin Indonesia, yang juga perhatian kepada perkembangan industri 4.0 di Indonesia.